Biaya pakan sering menjadi pengeluaran terbesar peternak. Kabar baiknya, Anda bisa menekan biaya itu dengan memanfaatkan rumput di sekitar kandang. Berikut cara membuat pakan ternak dari rumput yang praktis dan bisa Anda terapkan mulai hari ini.
Mengapa Rumput Cocok Menjadi Bahan Pakan Ternak
Rumput menyediakan serat kasar untuk menjaga kesehatan pencernaan sapi, kambing, dan domba. Selain itu, rumput mudah tumbuh, murah, dan tersedia sepanjang tahun. Dengan pengolahan yang tepat, rumput juga menyimpan nutrisi lebih lama sehingga Anda tidak khawatir kehabisan stok saat kemarau.
Pilih Jenis Rumput yang Berkualitas
Mulailah dengan memilih rumput yang bernutrisi tinggi. Rumput gajah, rumput odot, dan setaria cocok untuk pakan ternak. Panen rumput pada umur 40 sampai 60 hari. Pada umur itu, kandungan protein tinggi dan seratnya belum terlalu keras. Hindari rumput yang sudah berbunga karena ternak kurang menyukainya.
Cacah Rumput hingga Berukuran Kecil
Setelah panen, cacah rumput menjadi potongan sekitar 2 sampai 5 sentimeter. Potongan kecil mempermudah ternak mengunyah dan mempercepat proses pengeringan atau fermentasi. Jika jumlah rumput banyak, gunakan mesin pencacah rumput multifungsi agar hasil cacahan seragam. Mesin ini menghemat waktu dan tenaga Anda secara signifikan dibandingkan mencacah manual dengan golok.
Layukan atau Keringkan Rumput
Jemur rumput cacahan di tempat teduh berangin selama satu sampai dua hari. Kadar air yang turun hingga sekitar 60 persen membuat rumput lebih awet dan tidak mudah berjamur. Balik rumput secara berkala supaya keringnya merata.
Campurkan Bahan Tambahan
Rumput saja kadang belum cukup memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Tambahkan dedak, ampas tahu, atau bungkil kelapa untuk menambah protein dan energi. Campurkan bahan tersebut dengan perbandingan yang pas, misalnya 70 persen rumput dan 30 persen bahan tambahan. Aduk hingga rata supaya setiap suapan ternak memiliki gizi seimbang.
Fermentasi agar Pakan Lebih Awet
Jika ingin stok pakan tahan lama, fermentasi rumput cacahan menjadi silase. Taburkan molase sebagai sumber gula, masukkan campuran ke dalam drum, lalu padatkan hingga rapat. Tutup wadah supaya udara tidak masuk. Simpan selama dua sampai tiga minggu di tempat teduh. Silase yang berhasil beraroma asam segar dan berwarna hijau kekuningan, sedangkan ternak biasanya memakannya dengan lahap.
Manfaat Pakan Olahan dari Rumput
Pakan olahan dari rumput memberi banyak keuntungan. Anda mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, menjaga pasokan stabil sepanjang tahun, dan meningkatkan keuntungan usaha. Ternak yang mendapat gizi seimbang tumbuh lebih cepat, jarang sakit, dan menghasilkan daging atau susu berkualitas. Karena itu, banyak peternak memilih mengolah rumput sendiri daripada membeli pakan jadi.
Simpan Pakan dengan Benar
Setelah jadi, simpan pakan di tempat kering, sejuk, dan jauh dari sinar matahari langsung. Gunakan karung atau wadah tertutup supaya tikus dan kelembapan tidak merusak pakan. Periksa stok secara rutin dan buang bagian yang berjamur agar ternak tetap sehat.
Tips agar Hasil Lebih Maksimal
Perhatikan respons ternak terhadap pakan baru. Berikan secara bertahap selama satu minggu agar sistem pencernaan mereka beradaptasi. Catat pertambahan bobot ternak setiap bulan untuk mengukur efektivitas pakan. Selain itu, jaga kebersihan alat dan tempat pakan karena kontaminasi dapat menurunkan kualitas.
Kesimpulan
Membuat pakan ternak dari rumput tidak sulit. Anda cukup memilih rumput berkualitas, mencacahnya, mengeringkannya, mencampurnya dengan bahan tambahan, lalu memfermentasinya bila perlu. Langkah-langkah ini membantu Anda menekan biaya pakan sekaligus menjaga kesehatan ternak. Butuh peralatan pengolahan pakan yang andal? Kunjungi Rumah Mesin untuk melihat pilihan mesin yang sesuai dengan skala usaha Anda.





