Rumput kolonjono untuk pakan ternak menjadi salah satu pilihan hijauan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pakan sapi, kambing, dan ternak ruminansia lainnya.
Rumput ini dikenal mudah tumbuh serta dapat berkembang pada lahan yang memiliki kelembapan cukup. Peternak juga dapat menanamnya di sekitar sawah, ladang, atau lahan khusus hijauan.
Kolonjono memiliki pertumbuhan yang cukup cepat sehingga peternak dapat memanfaatkannya sebagai sumber hijauan secara rutin. Pengelolaan lahan dan pemotongan yang teratur membantu menjaga ketersediaan pakan sepanjang waktu.
1. Mengenal Karakter Rumput Kolonjono
Rumput kolonjono memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan dapat berkembang pada lingkungan yang basah. Peternak dapat menanamnya menggunakan stek pada tanah yang sudah digemburkan.
Pemberian pupuk organik membantu menyediakan unsur hara untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Saat musim kemarau, peternak perlu menjaga ketersediaan air agar tanaman tetap tumbuh dengan baik.
Dalam praktiknya, peternak dapat menanam kolonjono secara bertahap pada beberapa petak lahan. Pola tersebut membantu menyediakan hijauan secara bergantian sehingga stok pakan tidak cepat habis.
Cara ini juga memudahkan peternak mengatur jadwal pemotongan dan perawatan tanaman. Peternak juga perlu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman supaya kolonjono memperoleh ruang, air, dan unsur hara yang cukup.
2. Kandungan Nutrisi untuk Ternak
Rumput kolonjono menyediakan serat yang mendukung kebutuhan pakan ternak ruminansia. Sebuah penelitian mencatat kandungan protein kasar sekitar 8,59%, serat kasar 33,89%, lemak kasar 1,31%, dan BETN 43,41% pada sampel penelitiannya.
Angka nutrisi dapat berbeda berdasarkan umur tanaman, kondisi lahan, serta metode analisis. Karena itu, peternak sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu jenis hijauan. Peternak perlu mencampur kolonjono dengan bahan pakan lain sesuai kebutuhan ternak.
Peternak dapat menambahkan sumber energi, protein, mineral, atau konsentrat untuk menyusun ransum yang lebih seimbang. Lalu peternak juga perlu menyesuaikan jumlah pakan dengan jenis, umur, ukuran, serta kondisi ternak agar peternak dapat memberi pakan dengan lebih efektif.
3. Waktu Panen Rumput Kolonjono
Umur panen memengaruhi kualitas dan jumlah hijauan yang tersedia. Sumber Sapibagus menyebut peternak dapat memanen rumput tersebut pada umur sekitar 60 hari, sedangkan penelitian pada rumput Panicum maximum menunjukkan interval potong 30–40 hari dapat menghasilkan produktivitas optimal untuk jenis tersebut.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa waktu panen perlu menyesuaikan jenis rumput, kondisi lahan, dan tujuan pemanfaatannya.
Saat memanen kolonjono, gunakan alat yang dapat memotong rumput secara cepat dan rapi. Hindari memotong tanaman terlalu pendek karena kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan kembali. Berikan waktu bagi tanaman untuk menghasilkan tunas baru sebelum melakukan pemotongan berikutnya.
Untuk kebutuhan peternakan maupun usaha pakan dalam jumlah besar, Anda dapat melihat pilihan alat pencacah rumput dari Rumah Mesin. Informasi peralatan pengolahan lainnya juga tersedia melalui Rumah Mesin.
4. Cara Mengolah Sebelum Diberikan
Setelah panen, peternak harus membersihkan rumput dari tanah, benda asing, dan bagian tanaman yang tidak diperlukan. Selanjutnya, peternak perlu memotong atau mencacah rumput menjadi ukuran yang lebih sesuai dengan pola pemberian pakan.
Proses pencacahan membantu peternak menangani hijauan dengan lebih mudah dan mencampur bahan pakan lain secara lebih praktis.
Peternak juga dapat mengolah kolonjono menjadi hay atau silase dengan teknik yang sesuai. Pengolahan tersebut membantu memperpanjang masa penyimpanan ketika produksi hijauan sedang melimpah.
Peternak harus memastikan bahan tetap bersih dan menggunakan metode penyimpanan yang tepat untuk menjaga kualitas pakan. Peternak perlu menyimpan pakan pada tempat yang aman dari hujan, genangan air, dan kontaminasi agar peternak tetap dapat menggunakan bahan tersebut.
Kesimpulan
Rumput kolonjono untuk pakan ternak menawarkan pilihan hijauan yang dapat peternak budidayakan dengan mudah guna mendukung penyediaan pakan.
Peternak perlu memperhatikan umur panen, kondisi tanaman, pengolahan, serta keseimbangan ransum untuk mengoptimalkan pemanfaatan rumput tersebut.





